Anggy Pasaribu menyampaikan pernyataan resmi mengenai pentingnya etika digital bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, media sosial telah menjadi ruang publik baru yang memberi kesempatan besar bagi anak muda untuk belajar, berdialog, dan menyampaikan gagasan.
Namun, ruang digital juga membawa tantangan yang tidak sederhana. Informasi bergerak sangat cepat, opini mudah menyebar, dan perdebatan kerap terjadi tanpa pemahaman yang utuh. Karena itu, Anggy menilai anak muda perlu memiliki kemampuan memilah informasi sebelum ikut menyebarkan atau menanggapi sebuah isu.
“Keberanian bersuara di ruang digital harus diikuti dengan tanggung jawab. Anak muda perlu memastikan bahwa apa yang mereka bagikan tidak merugikan orang lain dan tidak memperkeruh keadaan,” ujar Anggy.
Anggy menekankan bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, literasi digital berkaitan dengan cara berpikir, sikap, dan kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak. Anak muda perlu membiasakan diri memeriksa informasi, memahami konteks, dan tidak mudah terbawa emosi.
Menurut Anggy, media sosial seharusnya menjadi ruang untuk memperluas pengetahuan dan membangun percakapan yang sehat. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi perbedaan itu perlu disampaikan dengan bahasa yang santun dan tetap menghormati martabat orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa jejak digital dapat berdampak panjang. Apa yang ditulis, dibagikan, atau dikomentari hari ini bisa memengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. Karena itu, anak muda perlu lebih sadar bahwa kebebasan berekspresi selalu berjalan bersama tanggung jawab.
“Ruang digital jangan hanya menjadi tempat bereaksi. Jadikan ruang digital sebagai tempat belajar, memahami, dan membangun gagasan yang bermanfaat,” kata Anggy.
Melalui pernyataan ini, Anggy Pasaribu mengajak anak muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi warga digital yang peduli, kritis, dan bertanggung jawab.
Bagi Anggy, etika digital adalah bagian penting dari kepemimpinan anak muda hari ini. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan menjaga sikap, menghargai perbedaan, dan menyampaikan gagasan secara sehat menjadi bekal penting untuk membangun ruang publik yang lebih baik.