Anggy Pasaribu menyampaikan pernyataan resmi mengenai pentingnya kepemimpinan muda yang dibangun dari kepedulian, tanggung jawab, dan keberanian untuk terlibat dalam isu publik. Menurutnya, anak muda tidak harus menunggu jabatan atau posisi tertentu untuk mulai memberi kontribusi bagi masyarakat.
Dalam pandangannya, kepemimpinan tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar panggung yang dimiliki seseorang. Kepemimpinan justru dapat dimulai dari hal sederhana, seperti peduli terhadap lingkungan sekitar, berani menyampaikan gagasan, mendengar kebutuhan orang lain, dan ikut mencari jalan keluar atas persoalan bersama.
“Kepemimpinan anak muda harus lahir dari kepedulian. Bukan hanya tentang siapa yang paling terlihat, tetapi siapa yang mau hadir, mendengar, dan bergerak bersama,” ujar Anggy.
Anggy menilai, generasi muda hari ini hidup di tengah perubahan yang sangat cepat. Teknologi, informasi, pendidikan, lapangan kerja, dan kehidupan sosial bergerak dalam dinamika yang tidak selalu mudah dipahami. Karena itu, anak muda perlu memiliki kemampuan membaca situasi, berpikir kritis, dan tetap menjaga empati dalam mengambil sikap.
Menurut Anggy, ruang publik membutuhkan lebih banyak suara muda yang jernih dan bertanggung jawab. Anak muda boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan tersebut seharusnya menjadi jalan untuk memperkaya gagasan, bukan alasan untuk saling menjatuhkan.
Ia juga menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokratis. Namun, kritik perlu disampaikan dengan cara yang membangun. Kritik yang baik tidak berhenti pada penolakan, tetapi juga membuka ruang untuk solusi, perbaikan, dan kerja bersama.
“Anak muda perlu berani bersuara, tetapi keberanian itu harus diikuti dengan tanggung jawab. Kita perlu membangun budaya berdialog, bukan hanya budaya berdebat,” kata Anggy.
Melalui pernyataan ini, Anggy Pasaribu mengajak generasi muda untuk melihat kepemimpinan sebagai proses yang dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari. Kepemimpinan bisa tumbuh di sekolah, kampus, komunitas, organisasi, ruang digital, maupun lingkungan masyarakat.
Bagi Anggy, masa depan yang lebih baik membutuhkan anak muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli. Anak muda perlu menjadi bagian dari solusi, menjaga sikap terbuka, dan terus belajar memahami persoalan dengan lebih utuh.
Ia percaya bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kesediaan untuk mengambil langkah kecil secara konsisten. Dari kepedulian, dialog, dan tanggung jawab sosial, kepemimpinan muda dapat tumbuh menjadi kekuatan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.